Kamis, 30 April 2020

KASIH KATA LEWAT TULISAN......SIAPA TAKUUT ???!!!


Setiap orang butuh berekspresi, karena ekspresi diri merupakan salah satu bentuk aktivitas yang berguna untuk mengungkapkan seluruh perasaan, gairah, keinginan, minat dan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Begitu juga manusia, apalagi masa-masa remaja. Di dalam dirinya ada segunung magma yang senantiasa bergejolak mencari wadah untuk mengaktualisasikannya. Ada magma cinta, magma emosi, magma rasa, magma minat, magma bakat, magma cita-cita, magma kasih sayang sesama dan magma-magma lain yang harus diekspresikan dalam sebuah aktivitas positif, sebab jika tidak, akan meletus dan berubah manjadi letupan-letupan yang berbahaya.
                Salah satu cara mengekspresikan diri yang sangat positif, murah dan bermanfaat adalah dengan tulisan. Dengan tulisan kita bisa ‘Kasih Kata’, mengungkapkan perasaan senang, rindu, kasih sayang, marah, bahagia, sedih dengan bebas tanpa ada batasan apapun. Kita dapat membangun apa saja melalui tulisan, bahkan  sesuatu yang tidak bisa kita bangun dalam dunia nyata, kita bisa membangunnya lewat tulisan. Dengan tulisan pula kita bisa buktikan pada dunia bahwa kita ada. Walaupun fisik kita telah mati tetapi nama dan gagasan-gagasan kita akan tetap hidup dan dikenal orang sepanjang masa.
                Dengan menulis kita bisa menjadi semakin cerdas, berpikiran jernih, terhindar dari stres, memperoleh ilmu baru dan bisa memecahkan permasalahan dengan mudah. Karena itu ekspresikan dirimu dengan menulis, menulis dan menulis.....! Tetaplah menulis dengan sepenuh hati dan  jangan pernah berhenti. Menulis adalah proses belajar dan pendewasaan sehingga jangan takut mendapat kritikan, cibiran, atau cemoohan. Dengan kritikan, tulisan menjadi bagus dan lebih bagus. Bukankah kebagusan itu datang setelah ada kesungguhan ?

Memulai Dari Yang Sederhana
Segala sesuatu yang tumbuh pasti berawal dari yang kecil kemudian baru berkembang menjadi besar. Karena itu , dalam mengawali kegiatan tulis menulis bagi pemula, seperti saya, bisa memulai dari yang ringan dan sederhana dulu, misalnya dengan menulis diary. Buku harian (diary) adalah cerminan diri yang jujur dan mendalam dari seseorang. Dimulai dari kata-kata sederhana dalam buku harian, jika kita bisa mengambil manfaatnya akan bisa menyusunnya menjadi banyak rangkaian kata-kata indah hingga menjadi karya cipta yang besar. Bukankah sesuatu yang ”Besar” tidak akan menjadi besar tanpa bermula dari kecil dulu ?!

Menulis Perlu Pembiasaan
Menurut pengalaman penulis-penulis hebat, untuk bisa menulis dengan baik, perlu “Pembiasaan”. Kebiasaan menulis harus terus dibiasakan. Dalam rangka membiasakan menulis , tidak perlu dilakukan dengan memaksakan diri, tetapi bisa dilakukan sefleksibel mungkin. Yang penting adalah membiasakan diri, menyempatkan diri tidak harus dalam waktu tertentu. Dari kebiasaan  itulah kemampuan menulis, merangkai kata-kata bisa terasah.  Seperti dikutip dari Aristoteles : “Kita adalah apa yang kita kerjakan secara berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan yang sekali jadi, melainkan sebuah kebiasaan”.

Bacalah  Apa Saja
Membaca majalah, koran, novel, cerpen, lirik lagu, puisi, ensiklopedia, buku-buku nonfiksi atau apa saja, dapat menambah wawasan tentang kehidupan, penggunaan bahasa dan gaya penulisan. Dari situ kita bisa belajar cara menulis selain juga sebagai bahan rujukan. Buku juga bisa sebagai penggugah saat kita patah semangat atau yang membangunkan saat kita dalam kelupaan dan kebatilan. Ibaratnya, “Kita bisa membaca, berarti kita bisa menulis”. Membaca dan menulis seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, saling membutuhkan dan melengkapi.

Gali ide
Ide adalah salah satu syarat yang harus ada apabila kita menulis, tanpa adanya ide orang bisa terhenti menuliskan rangkaian kata-kata dalam bentuk tulisan. Ide tidak usah dicari kemana-mana, ide itu sebenarnya ada dimana saja dan kapanpun kita bisa memperolehnya. Bahkan ide itu bisa kita ciptakan sendiri, dari dalam diri kita sendiri. Kehidupan kita, permasalahan, kejadian dan pengalaman kita adalah sumber ide yang tidak akan pernah kering. Keluarga, teman-teman dan lingkungan juga dapat memperkaya ide-ide kita. Tinggal kepekaan kita dalam mengadopsi permasalahan di lingkungan. Pertajam pendengaran, penglihatan dan rasa inderawi kita untuk mengetahui permasalahan yang ada, yang kemudian diidentifikasi, direnungkan dan akhirnya dipecahkan dan dituangkan dalam bentuk ide. Dengan mempertajam kepekaan terhadap lingkungan berarti kita telah menggunakan unsur 5W + IH (What, Who, When, Where, Why dan How) yang merupakan nadi pokok tulisan. Bila dalam benak kita terlintas suatu ide cemerlang, segeralah mencatat atau menulisnya, jangan pernah menunda, karena dengan menundanya berarti kita telah membiarkan satu peluang emas hilang sia-sia. DO IT NOW OR NEVER !

Managemen waktu
 Sesibuk apapun kita, mengenai waktu sebenarnya bisa diatasi dengan cara me-manage  waktu. Dalam me-manage waktu, kita bisa menyelipkan agenda menulis, meski hanya satu jam dan tak peduli akan menulis apa. Yang penting menulis, sekalipun hanya catatan kecil. Dalam hal ini penting sekali untuk disiplin atas apa yang telah kita agendakan.

Berani Dikritik.
Sejatinya setiap diri adalah penulis, jangan pernah beranggapan bahwa menulis itu adalah bakat alami seseorang, melainkan sebuah proses belajar yang perlu dilatih dan terus dilatih. Mulailah menulis  dari yang sederhana, yang menurut kita menarik . Seiring bergulirnya waktu, asal mau berlatih, tulisan kita akan menjadi baik, dan semakin baik.
Berani menulis, berarti berani untuk dibaca orang yang berarti juga berani untuk dikritik orang. Kritik dan saran orang janganlah dianggap sebagai cela, tetapi justru kita harus berterima kasih kepada mereka, karena telah mengingatkan sesutu yang sebelumnya belum pernah kita pikirkan atau memberikan sesuatu yang lebih baik. Ibarat orang belajar naik sepeda, jangan gampang bosan dan mudah menyerah saat jatuh.

By : Ninik Wijayanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DISIPLIN SEBAGAI SALAH SATU KUNCI SUKSES

Sekolah merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Belajar mengajar tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan transfer ilmu ...